Skip to main content

Pembangunan Pertanian Berbasis Teknologi dan Informasi Aplikasi Eragano di Indonesia
(Renyta Ella Oktavianita/ 1625010006)

Perkembangan pertanian di Indonesia
            Sektor pertanian di Indonesia masih menjadi salah satu aspek penting sebagai roda penggerak ekonomi negara selain itu Indonesia juga termasuk negara Agraris. Hal ini dikarenakan pertanian dari segi produksi menjadi sektor kedua paling berpengaruh setelah industri pengolahan. Oleh karena itu, sektor pertanian mampu mengangkat citra Indonesia di mata dunia, terutama sebagai negara agraris yang cukup produktif.
            Selain memiliki keunggulan dalam kondisi iklim dan sumber daya yang tersedia, pertanian di Indonesia juga memiki sumber daya manusia. Banyak petani masih memegang dan menggunakan cara-cara konvensional dalam hal menentukan tanaman, cuaca, masa panen dan pasca panen. Cara tersebut sudah ada sejak dulu dan dilakukan turun temurun hingga sekarang yang sudah menjadi kebudayaan.
            Adanya alih teknologi pertanian juga bukan menjadi halangan bagi para petani. Justru dengan adanya teknologi bidang pertanian membuat petani semakin mudah dan semakin bersinergi. Oleh karena itu, diharapkan di masa mendatang, profesi petani bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata. Pertanian di Indonesia juga memiliki peluang dan tantangan yang harus dihadapi.
Prospek pertanian di Indonesia
            Melihat betapa besarnya perkembangan pertanian di Indonesia, menjadi sebuah potensi yang harus dimaksimalkan oleh semua pihak. Baik itu oleh petani, pelaku dalam bidang pertanian dan pemerintah. Dukungan dari pemerintah dapat dilakukan dengan cara pembinaan kepada kelompok tani dan memberikan berbagai produk pertanian terbaik seperti bibit unggul, pupuk dan sebagainya.
            Swasembada bahan pangan juga mulai digalakkan oleh pemerintah. Pada tahun 2017 lalu Indonesia telah melakukan swasembada jagung. Tahun 2019 ini, pemerintah menargetkan akan melakukan swasembada bawang putih dan gula untuk konsumsi termasuk komoditas lainnya. Semuanya dilakukan secara bertahap hingga pada tahun 2045 mendatang targetnya Indonesia sudah menjadi lumbung pangan dunia.
Tantangan yang dihadapi
            Meskipun perkembangan pertanian di Indonesia memiliki prospek dan berjalan sangat baik hingga saat ini, bukan berarti tidak ada tantangan. Justru meningkatnya potensi pertanian tersebut, pemeritah maupun pelaku bidang pertanian harus lebih siap menghadapi tantangan di era dengan kemajuan teknologi informasi.
Eragano hadir di Indonesia sebagai solusi

(sumber:ilovelive.co.id)
            Eragano merupakan startup pertanian berbasis mobile apps yang mulai aktif sejak 22 Juli 2016. Eragano merupakan aplikasi yang dapat membantu petani dengan berbagai kebutuhannya. Dengan adanya aplikasi ini merupakan satu langkah maju dalam pembangunan pertanian bidang Teknologi dan Informasi. Teknologi Eragano juga berperan untuk membantu petani dengan memfasilitasi pinjaman kredit, penyediaan sarana produksi tani, dan akses pasar dengan harga yang lebih baik. “Aplikasi Eragano dikembangkan khusus untuk meningkatkan produktifitas petani dalam melakukan budidaya dan penghasilan petani itu sendiri,” kata Stephanie CEO dan co-founder Eragano.
            Nama Eragano sendiri merupakan kombinasi dari kata ‘Era’ yang artinya zaman dan Oregano yang berarti tumbuhan basil yang segar, yang dengan sentuhannya makanan yang dihidangkan bisa jauh lebih nikmat.
            Eragano menyediakan beragam pelayanan pertanian, seperti penjualan alat-alat tani, pupuk, hasil panen, hingga edukasi tentang sistem pengolahan sawah. Lebih dari itu, aplikasi ini juga siap memberikan pinjaman kepada para petani. Menurut Stephanie, fungsi-fungsi tersebut dibuat karena permasalahan tani di Indonesia cukup kompleks sehingga tak dapat dirampungkan hanya dengan satu produk.
            Eragano merupakan salah satu aplikasi pintar yang terintegrasi dengan platform marketplace dan solusi pembiayaan untuk petani kecil. Dalam hal ini, melalui platform tersebut Eragano ingin memberikan solusi praktis dan tepat terhadap permasalahan dan kebutuhan petani kecil.
Fitur-fitur Eragano
            Fitur-fitur untuk mengakses pinjaman dan asuransi. Mitra petani dapat mengisi formulir pada aplikasi. Proses berikutnya, Eragano akan memfasilitasi petani untuk mengurus perjanjian secara offline. Saat ini, sejumlah petani sudah memakai layanan ini dengan dukungan pendanaan dari perbankan.
            Fitur jual hasil panen juga disediakan, mitra petani bisa mengisi nama produk, jumlah, dan harga sekaligus melampirkan foto produk pertanian yang dijual. Sama seperti fitur lain, Eragano akan menyiapkan pengiriman dan membantu petani mendapatkan pesanan dari mitra pembeli. Untuk konsultasi budidaya, mitra petani bisa memperolehnya melalui fitur informasi pertanian (artikel) atau tanya jawab dengan fasilitas chat serta jadwal bertani.  Namun, fitur ini hanya bisa diakses oleh petani yang sudah diverifikasi Eragano. "Nanti tim agronomi Eragano siap menjawab dan meramu solusi sesuai dengan kebutuhan tiap petani,” jelasnya.  
            Dengan mengakses fitur – fitur tersebut, mitra petani akan mendapatkan bantuan informasi pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas panen minimal 20%, serta meningkatkan pendapatan petani minimal 20%. 
Sedangkan untuk model bisnis Eragano sendiri, ada sistem komisi dari setiap transaksi yang berlangsung di platform mereka. Untuk pembelian perlengkapan pertanian dan pemberian pinjaman kepada mitra petani, komisinya sekitar 10%. Sedangkan untuk penjualan hasil panen, Eragano mengambil komisi antara 20% hingga 40%. Ke depan, Eragano berencana untuk bisa  menggandeng lebih banyak lagi mitra pembeli. Jika mitra pembeli bertambah, secara otomatis, mitra petani pun ikut bertambah. 
            Selain  itu, Eragano berencana mendirikan center station di setiap wilayah sebagai pusat kegiatan bagi para petani. Di layanan tersebut, para petani bisa mengumpulkan hasil panen dan bertransaksi. Sekaligus sebagai sarana untuk pengadaan pelatihan dan lainnya (sumber : kontan.co.id)
Sistem Hulu ke Hilir
            Dilaim Stephanie, aplikasi Eragano merupakan solusi pertanian dari hulu ke hilir secara online yang pertama dan satu-satunya bagi petani rumah tangga atau plasma. “Eragano ditujukan untuk petani kecil yang jumlahnya lebih dari 15% dari populasi penduduk Indonesia,” katanya. Menariknya, dua orang founder Eragano ini bukanlah orang baru di dunia startup. Stephanie sebelumnya pernah menjabat sebagai Business Intelligence Specialist di Zalora Indonesia. Sedangkan Aris sempat bekerja di dua startup berbeda, yaitu Antar.id dan Wifimu.
            Pasca panen, Eragano melalui EraganoStore, sebuah layanan B2B, membantu menjual hasil panen tersebut ke restoran, hotel, dan katering dengan harga layak. Seorang petani unggulan Eragano mengklaim keuntungan penjualannya meningkat 30% setelah memperoleh bantuan berbasis aplikasi pintar.
Kriteria mitra
            Moli menjelaskan petani darimana pun dan dengan komoditas apapun boleh bergabung dengan Eragano. Namun fokus utama Eragano adalah menggandeng para petani kecil. Dan para petani kecil ini harus bergabung dalam kelompok tani.
            Adapun kriteria petani kecil adalah minimal punya lahan  satu hektare (ha) dan lahan tersebut digarap sendiri. Syarat lainnya, bisa juga petani yang menyewa lahan untuk digarap dengan luas lahan kurang dari satu hektare. Ia pastikan pihaknya tidak bermitra dengan tuan tanah atau petani yang menggarap lahan milik orang lain. 
            Para petani kecil ini harus tergabung dalam kelompok tani agar memudahkan tim Eragano dalam memberi arahan dan bimbingan. Selain itu bisa memudahkan mitra petani dalam mencapai target produksi yang menjadi permintaan mitra pembeli. 
            Moli mengatakan, satu kelompok tani biasanya memiliki 10 anggota sampai 25 anggota mitra tani. Biasanya, satu kelompok tani dengan anggota sampai 10 orang punya luas lahan antara 1 ha - 1,5 ha. Sedangkan kelompok tani dengan anggota 25 orang punya luas lahan antara 5 ha - 6 ha.
            Mitra petani juga harus bersedia mengikuti standar pertanian yang diterapkan oleh tim agronomi dari Eragano. Standar pertanian dilakukan agar dapat memenuhi standar kualitas hasil panen yang ditetapkan oleh mitra pembeli. Mulai dari standar bibit, pupuk, sampai cara budidaya direkomendasikan oleh tim Eragano.
Kesimpulan
            Perkembangan Pertanian berbasis Teknologi dan Indonesia mulai berkembang dengan pesat, banyak generasi muda indonesia mulai berfikir ide-ide kreatif. Teknologi di bidang pertanian seperti aplikasi Eragano digagas oleh Stephanie CEO dan co-founder Eragano. Eragano merupakan salah satu aplikasi pintar yang terintegrasi dengan platform marketplace dan solusi pembiayaan untuk petani kecil. Dalam hal ini, melalui platform tersebut Eragano ingin memberikan solusi praktis dan tepat terhadap permasalahan dan kebutuhan petani kecil. Eragano merupakan salah satu kemajuan teknologi di bidang pertanian yang dapat menjadi solusi untuk kemajuan dari sistem pertanian di Indonesia. Namun kendala-kendala masih banyak di temui di sumber daya manusia yang masih belum mengetahui kecanggihan aplikasi yang sudah dibuat. Perlu adanya sosialisasi dan pendukung untuk petani.






Comments